PUKADHALI Akan Laporkan KAPOLRES Lombok Timur Ke Mabes POLRI

PUKADHALI Akan Laporkan KAPOLRES Lombok Timur Ke Mabes POLRI

image

PUKADHALI Akan Laporkan KAPOLRES Lombok Timur Ke Mabes POLRI

JAKARTA, Tim Investigasi PUKADHALI (Pusat Kajian Demokrasi Hukum Hak Asasi dan Lingkungan Hidup) Lebih dari Satu Bulan Menyoroti penahanan  3 Aktivis dalam kasus dugaan Pemindahan 5 sak semen milik Pemerintah Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. yang akan dipakai untuk pembangunan proyek trotoar/Talud. Lima Sak Semen diamankan disuatu tempat Karena Tidak Sesuai dan tidak dijual.

Kronologi terjadinya kasus tersebut, sebenarnya pelaku tidak ada maksud untuk mengambil semen tersebut dan tidak bermaksud untuk dimiliki.

Akan tetapi semen tersebut hanya dipindah untuk dipindahkan sebab dari hasil telaah RPJM desa, dalam pengerjaan trotoar tersebut menggunakan semen Tiga Roda. Namun faktanya pihak desa menggunakan semen Merah Putih, maka dengan alasan tersebut semen-semen tersebut “diamankan” oleh pelaku, karena dinilai tidak layak, dan tidak tepat sesuai yang tertulis dalam RPJM tersebut.

PUKADHALI (Pusat Kajian Demokrasi Hukum Hak Asasi dan Lingkungan Hidup) Menjelaskan: “Tegakan Keadilan Di Lombok Timur. Kawan kawan Aktivis yang memindahkan 5 sak semen tersebut bukan bermaksud mencuri melaikan mengamankan barangbukti penyimpangan dalam pembangunan Talud di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur. Tangkap itu Adnan Kepala Desa Mekarsari dan Bongkar Dugaan Korupsinya” Tegas Agus Yusuf Ketua Bidang Investigasi PUKADHALI (Pusat Kajian Demokrasi Hukum Hak Asasi dan Lingkungan Hidup) Sabtu, (24/09/2016)     

Lebih detail lagi: kasus yang dipermasalahkan itu dengan nominal jauh dibawah Rp.2 Juta dan tentunya masuk ke Tindak Pidana Ringan (Tipiring).

‘’Lima sak semen nominal sedikit dan tidak bermaksud untuk memiliki, KAPOLRES Lombok Timur Harus Bertanggungjawab untuk menegakan Keadilan di wilayahnya, Permasalahan awal dan inti dari masalah adalah dugaan penyimpangan anggaran dalam pembangunan Talud di Desa Mekarsari Kecamatan Suela Kabupaten Lombok Timur.’ Tegasnya.

Jadi melihat dari kronologi tersebut salah satu unsur-unsurnya  Pasal 362 KUHP tidak terpenuhi, karena tidak ada maksud dari pelaku untuk memiliki secara melawan hukum.

Mewakili KAPOLRES, Kasat Reskrim Polres Lombok Timur AKP Wendi Oktariansyah yang kami duga kurang jeli atau ada apa denganya, oknum aktivis tersebut dilaporkan oleh adnan selaku Kepala Desa, tangkap itu Adnan yang jelas Jelas Melakukan penyimpangan Penggunaan anggaran dengan Bukti semen semen tersebut yang tidak sesuai yang di amankan oleh para aktivis, Tapi Logika Hukum Di Balik, seolah olah kawan kawan aktivis yang hendak menghentikan penyimpangan dalam pembangunan desa Mekarsari suela yang bersalah. Paparnya

Ini Masalah Tindak Pidana Ringan, Tapi Keterlaluan karena ada dugaan rekayasa yang melibatkan Oknum Kepala Desa dan Oknum Penegak Hukum, Kami Akan Menindaklanjuti Ke Mabes POLRI Untuk Keadilan, Agar Hukum dan Keadilan Di LOMBOK TIMUR dapat berjalan denga baik Untuk Keadilan. KAPOLRES Lombok Timur Harus Bertanggungjawab Atas Penahanan Para Aktivis yang saat ini di tahan, KAPOLRES Lombok Timur akan kami Laporkan Kepada KAPOLRI atas penahanan para Aktifis yang menurut hasil dari investigasi kami tidak bersalah.  Sabtu, (24/09/2016)

Category: HUKUM

468x60

No Response

Leave a reply "PUKADHALI Akan Laporkan KAPOLRES Lombok Timur Ke Mabes POLRI"