AWPI Boyolali Soroti Indikasi Kerugian Negara Senilai 2 M Dana BLUD RSUD Pandan Arang

AWPI Boyolali Soroti Indikasi Kerugian Negara Senilai 2 M Dana BLUD RSUD Pandan Arang

image

Solo Raya News, BOYOLALI: Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Kabupaten Boyolali merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau Unit Kerja pada SKPD di lingkungan Pemerintah Boyolali yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan/atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.

 

Tim Investigasi dan Monitoring Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kabupaten Boyolali Menyikapi Indikasi Kerugian Negara Senilai kurang lebih 2 M Dana BLUD RSUD Pandan Arang, dari hasil aduan dari masyarakat dan beberapa laporan serta Research and Development kepada berbagai pihak yang terkait, dan dipimpin langsung oleh YM.Hanafi selaku Ketua AWPI Boyolali. (Selasa, 04/07/2017)

 

Memuat Hasil audit BPK RI yang tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) di temukan adanya indikasi penyalahgunaan anggaran yang mengakibatkan indikasi kerugian negara mencapai kurang lebih 2M diduga pos anggaran salahgunakan pos anggaran jasa pelayanan, sejak RSUD Pandan Arang Boyolali ditetapkan menjadi BLUD memiliki kewenangan dalam pengelolaan anggaran.

 

Dari hasil investigasi tim menemukan indikasi penyimpangan penyelewengan dana BLUD RSUD Boyolali. Terjadi kerugian negara sebesar 2 M, Ada indikasi beban pengembalian dana BLUD Sebesar 2M di bagi sesuai jabatan fungsional pejabat rumah sakit, mulai dari kepala RSUD, kepala bagian Keuangan RSUD dan seluruh pegawai yang ada di RSUD Pandan Arang Boyolali.

 

Sangat Mengejutkan, Pengembalian dana penyimpangan BLUD RSUD Boyolali di ambikan dari dana Jasa Pelayanan dan Posting Dana Balancing di RSUD Pandan Arang Boyolali yang seharusnya diberikan kepada seluruh pegawai rumah sakit, sesuai dengan aturan UU No.61 Tahun 2007 tentang PPK / BLUD Pasal 50 Ayat 1 Imbalan Kerja yang dapat berupa gaji, tunjangan tetap, honorarium, insentif, bonus, atas prestasi, pesangon dan atau pensiun. Temuan tersebut akan segera di laporkan kepada pihak yang berwajib, maka dari itu kami dari tim investigasi dan monitoring akan segera menindak lanjuti temuan ini ke POLDA, KEJAKSAAN dan  KPK.

 

Namun demikian kewenangan pengelolaan anggaran bukan tanpa pengawasan, dengan status BLUD RSUD Pandan Arang diharapkan dapat melakukan optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat. Khusus pada masyarakat pengguna jasa pelayanan. Berangkat dari kewenangan yang luas dalam pengelolaan anggaran sangat riskan terjadi penyelewengan anggaran. Tingkat pengawasan yang sangat lemah pemerintah daerah juga turut andil dalam penyalahgunaan wewenang ataupun anggaran.

 

Sedangkan status opini terkait WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang di raih pemerintah daerah Kabupaten Boyolali dalam 6 tahun terahir secara berturut turut menjadi sangat ironis dengan adanya indikasi temuan tersebut. Saat ini segenap masyarakat boyolali menunggu tindak lanjut atas temuan tersebut kepada pemerintah daerah.  maka dari itu kami dari tim investigasi dan monitoring akan segera menindak lanjuti temuan ini kepada pihak yang berwajib. (red/ymh-86)

Category: DAERAH, HUKUM, OPINI, POLITIK

468x60

No Response

Leave a reply "AWPI Boyolali Soroti Indikasi Kerugian Negara Senilai 2 M Dana BLUD RSUD Pandan Arang"